Cum sociis Theme natoque penatibus et magnis dis parturie montes, nascetur ridiculus mus. Curabitur ullamcorper id ultricies nisi.

1-677-124-44227 184 Main Collins Street, West Victoria 8007 Mon - Sat 8.00 - 18.00, Sunday CLOSED
Follow Us
Kesehatan Mental Sama Pentingnya Dengan Kesehatan Tubuhmu, Lho!

Kesehatan Mentalmu Sama Pentingnya Dengan Kesehatan Tubuhmu, Lho!

Pandemi tentu memaksa kita secara langsung maupun tidak langsung untuk berubah mengikuti perkembangan. Tapi, tidak semua dari kita bisa dengan lincah mengikuti perubahan yang begitu cepat dan drastis. Siapa yang menyangka sebuah virus bisa menyebar begitu cepat dalam hitungan hari sehingga kita harus menunda berbagai rencana dan dipaksa untuk tinggal di rumah selama berbulan-bulan? Kalau kamu salah satu dari mereka yang masih kaget dengan perubahan ini, tenang. Kamu tidak sendiri.  

Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa mengadakan survei untuk mengetahui kesehatan kejiwaan masyarakat Indonesia selama masa pandemi. Berikut hasil temuan dari 4.010 responden swaperiksa atau survei mandiri:

64,8% mengalami masalah psikologis. 

65% responden mengalami cemas

62% mengalami depresi

75% mengalami trauma

Dari data ini, kita tahu bahwa tidak sedikit orang yang kesulitan menghadapi pandemi ini. Meski begitu sayangnya, saat ini masalah kesehatan mental sering kali dinomorduakan karena kita cenderung fokus pada kesehatan fisik yang kelihatan dan mengabaikan kesehatan mental yang tidak kelihatan. Padahal, keduanya saling menopang dan berdampingan dalam membangun pikiran, tubuh, serta jiwa yang sehat. Oleh karena itu, WHO mendefinisikan sehat sebagaia state of complete physical, mental and social well-being and not merely the absence of disease or infirmity atau “keadaan yang sehat baik dalam fisik, mental, maupun sosial dan tidak hanya terbebas dari penyakit atau cacat.”

Menurut Riskesdas tahun 2018, terdapat 91% penderita depresi yang belum mendapat penanganan tepat secara medis. Banyak penelitian menyatakan bahwa depresi berat dengan gejala cemas dan lesu bisa menambah risiko seseorang mengidap penyakit jantung. Artikel dari laman Canadian Mental Health Association juga mengatakan bahwa kesehatan mental berhubungan dengan penyakit-penyakit, seperti diabetes, kanker, dan penyakit pernapasan. Singkatnya, kita bisa melihat adanya kaitan erat antara kesehatan mental dan kondisi kesehatan fisik. 

Itulah alasannya bahwa selain kesehatan fisik, kesehatan mental pun perlu dijaga. Biar kamu juga semakin sehat secara mental dan fisik, coba lakukan beberapa tips untuk tetap bugar di bawah ini: 

  • Rutin berolahraga. Tidak hanya membuat tubuh bugar secara fisik, olahraga dapat melepaskan hormon endorfin dan serotonin yang bisa mengurangi depresi dan kecemasan. 
  • Menjaga makan. Makanan berkalori tinggi dan bernutrisi rendah sering dikaitkan dengan peningkatan depresi dan kecemasan. Cobalah masukkan buah, sayur, kacang-kacangan, biji-bijian, ikan, lemak sehat (contoh: alpukat) ke dalam menu makan harian-mu. Makanan-makanan ini juga bisa memaksimalkan fungsi otak, lho!
  • Menjaga pola tidur. Kurang tidur sering dihubungkan dengan depresi, kecemasan, stres, dan perubahan mood yang drastis. Oleh karena itu, durasi tidur yang disarankan untuk orang dewasa adalah 7-9 jam per hari. 
  • Menjaga hubungan dengan orang lain. Percaya atau tidak, hubungan sosial bisa berpengaruh pada kesehatan seseorang. Selama beberapa dekade terakhir ini, peneliti sosial menyimpulkan bahwa orang dewasa yang terkoneksi dengan orang lain cenderung lebih sehat dan hidup lebih lama dibandingkan mereka yang terisolasi secara sosial. 

Hal yang harus selalu kita ingat adalah sehat bukan sekadar yang keliatan di mata atau dirasakan di tubuh saja, tapi juga mencakup kemampuan kita menghadapi masalah dan tantangan hidup. Baik kesehatan mental dan fisik, keduanya sama-sama penting!

ADD COMMENT